Minggu, 28 Juni 2015

Silsilah Silat ASMA'

SILSiLAH SILAT ASMA'

Gelang Puun Putjuk Umur Tjibeo Banten menurunkan kepada Pangeran Pangampunan Tjihanjur dan Kyai Ajbar Mu'min Banten. Pangeran Pangampuna juga Guru dr Kyai Ajbar Mu'min.

Kyai Ajbar Mu'min mempunyai murid :
  1. Kyai Muhaimin ( Tjibeber Banten)
  2. Kyai H. 'usman ( Kaliwedimaos purwokerto) 
  3. Kyai Muhammad Baedowi ( Rangkas Belitung) 
  4. Kyai Djalil ( Tjibarebeg) 
  5. Kyai Achmad Arief ( Kauman Lama,Purwokerto)


Setelah dianggap cukup mumpuni oleh Kyai Ajbar Mu'min, Ayahe (Kyai Achmad Arief). Beliau di perintahkan untuk menyebarkan Ilmu yang telah Beliau Sinauni (Pelajari dr #Syekh Ajbar Mu'min.).

Sedikit admin akan menceritakan awal mula Ayahe berguru kepada Syekh Ajbar Mu'min. Singkat cerita,Ayahe klo mau berguru #ngudi ilmu yang bisa menjadi Guru beliau haruslah bertarung dahulu *adu kesaktian,Ketangkasan,dll. Jadi yang kalah dengan beliau maka Beliau tidak mau berguru (bukan Berarti Menjadi musuh,melainkan menjadi sahabat).

Awal mula bertemu dgn Syekh Ajbar Mu'min di Banten, Kyai akbat Mu'min sedang berdzikir di atas (pucuk) pohon kelapa. Karena Ayahe penasaran dan takjub atas ilmu yang dititip Alloh SWT. Pd kyai ajbar Mu'min, Ayahe pun menantang Duel yg mana bertujuan ingin belajar dengan Beliau *Syekh Ajbar Mu'min.

Singkat cerita Kyai Ajbar Mu'min pun memerima tantangan Kyai Achmad Arief. Ayahe pun mengeluarkan semua pa yang beliau punya (Ilmu) yang beliau pelajari dri Ayahnya Sendiri ( Kyai Hasan Umar) dan Kakeknya (Kyai Murma Besari/Kyai Tasdiq), tapi Ayahe Tak mampu memgalahkan Kyai Ajbar Mu'min.

#pd waktu Ayahe bertemu dgn Kyai Ajbar Mu'min, Ayah sedang memgalami masa Jadab, Beliau pun sering memamerkhan sihir yang beliau punya. Waktu tu Ayahe tak tau klo tu adl sihir (admin mendengar sendiri dr Ayahe) Beliau memgerti klo tu adl sihir setelah mendapatkan penjelasan dr Kyai Ajbar Mu'min.  Pengakuan Ayahe pd waktu karena sering memamerkan pa yang beliau punya (ilmu hikmah) yang akhirnya menjadi istidjroj.

Syekh Ajbar Mu'min pun menerima Beliau menjadi muridnya,karena keyakinan dan kegigihan Beliau ingin belajar dan menjadi benar di mata Alloh SWT. Beliau pun mulai belajar dri Aqidah,Fiqh dan seterusnya yang kemudian belajar Ilmu kanuragan dan Hikmah. Yang sampai akhirnya Beliau di anggap mumpuni oleh Sang Guru.

±1960 Beliau mulai menyebarkan Ilmu yang Beliau punya di kampung halaman Beliau.
  • LESBUMI Tjabang Purwokerto (sblm diganti dengan ASMA' pd tahun 1962).
  • Moch.Asro Basori
> Lesbumi Tjabang Purwokerto :
  1. Ambar Sukarso
  2. Ruslani
  3. Ngubedi
  4. Radjikin
  5. Machmudi
  6. Sahirun
  7. Muhajir (kemasan)
  8. Sunjono (pwt Lor)
  9. Achmad Ali
  10. Sutoro
  11. Sadjudi
  12. Sururi
  13. Suharjono
  14. Umoro
  15. Tito Martono
  16. Amir Makudin
  17. Sumadi
  18. Syafruddin
  19. Mochammad
  20. Rawin
  21. Marwoto
  22. Purwo Partono
  23. Sukartono (teluk)
  24. Ruswandi (berkoh)
  25. Suroso
  26. Rijadi
  27. Suprijadi (kauman)
  28. Moch. Ilyas (pwt kidul)
  29. Slamet) kr.turi)
  30. Bambang Ndeng (djakarta)
  31. Basori (pwt lor)
  32. Ach. Hasan
  33. Rasman (kbn dalem)
  34. Kyai Amir (kemudug)
  35. Muchroji (kemudug)
  36. Asrof
  37. Dul latif
  38. Syafi'i
  39. Tojjib
  40. Ali mashuri
  41. Basrowi
  42. Sudiro
  43. Madijono
  44. Sudiro (pwt kulon)
  45. Chusaeri (wonosobo)
  46. Chunaeni (kr.suci)
  47. Alwi (parakan onje)
  48. Ali wibowo (kr.kobar pwt)
  49. Budi santosa (pwt)
  50. Farda (djl. Raja pwt)
  51. Solechan (bang Madjenang)
  52. Suprapto Tjigo (bang Madjenang)
  53. Mbut (pwt)
  54. Pak Harun (kauman)
  55. M. Ngudjeri (kauman pwt)
  56. Narsun (pwt lor)
  57. Narso (pwt lor)
  58. Darjono (pwt lor)
  59. Rusdi (pwt lor)
  60. Tohari (pwt lor)
  61. Sudarmadji
  62. Chariri
  63. Sukadji
  64. Asj'ari (pwt kidul)
  65. Imam Asmuni
  66. Rudi (pekalongan)
Tercatat pd tgl 1 juli 1965

Sumber : Buku catatan alm. Kyai Achmad arief.

wasiat sang pendiri



Wasiat sang Pendiri perguruan


@aip

Senin, 30 Maret 2015

Kaos dan Jaket Pencak Silat ASMA' Purwokerto


Kaos putih

Gendu gendu rasa

Kaos ASMA'

Kaos ASMA'

Trisula dan tangan

Logo PS ASMA'



A'ip

Kyai Murma Besari / Kyai Tasdiq (Mbah sekaligus Guru Sang Pendiri Silat ASMA')

KYAI MURMA BESARI KAUMAN LAMA PURWOKERTO
 Pada saat berakhirnya Perang Diponegoro (Perang Jawa) 1825-1830M banyak para Prajurit dan Laskar yang berpencar dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk meneruskan perjuangan melawan kaum penjajah, ada yang dalam pelarian nya akhirnya membuat Pesantren dan mengajarkan berbagai disiplin ilmu agama dan kedigdayaan guna meningkatkan barisan laskar dalam perjuangan tersebut. Salah satu dari sekian banyak prajurit yang meneruskan perjuangan adalah Kyai Muhammad Umar bin Kyai Anom Besari. Dalam pelariannya bersama para prajuritnya Kyai Muhammad Umar Besari yang masih Cucu dari Kyai Ageng Besari Tegalsari Ponorogo sampai di wilayah Kadipaten Banyumas. Kyai Muhammad Umar Besari pun menetap di Kadipaten Purwokerto menjadi pembantu Kyai Pekih (Pangeran Abdullah Faqih) Patih Kanjeng Pangeran Diponegoro dimasa perjuangan. Dan pada saat itu Kyai Muhammad Umar Besari menyadari bahwa yang beliau ikuti adalah Atasannya sendiri saat pertempuran perang Diponegoro. Dari hal tersebut beliau mengikuti semua yang dianjurkan oleh Kyai Pekih. Oleh Kyai Pekih beliau disarankan untuk menggunakan Nama Kyai Murma Besari untuk mengelabui pihak Belanda. Kyai Murma Besari yang ahli dalam ilmu Agama dan ilmu kedigdayaan ditugaskan untuk mengajarkan berbagai ilmu sebagai sarana perjuangan melawan Kaum Penjajah. Hingga pada suatu ketika beliau di nikahkan dengan Nyai Sujinah putri dari Kyai Djayakesuma yang masih keturunan Kyai Purwo Pendiri Purwokerto. Dan disuruh mukim di Kauman Lama. Hari demi hari Kyai Murma Besari beraktivitas sebagai seorang Guru Agama dan Guru Silat. Di Kauman dan banyak para pemuda daerah purwokerto sokaraja Aji barang dan sekitarnya yang memperdalam ilmu agama serta ilmu silat pada beliau Kyai Murma Besari. Persahabatan dengan para Kyai dan pejuang lain pun beliau lakukan. Pada hari hari tertentu beliau selalu mengunjungi pengajian di Kebon Kapol yang di asuh oleh Syaikh Imam Rozi di pesantren Assuniyah serta berkonsolidasi dengan pejabat pemerintah untuk mengatur strategi dalam membangun masyarakat agar tidak diperlakukan sewenang wenang oleh kaum penjajah. Dalam suatu riwayat beliau selalu membenarkan apa yang jadi strategi dan pemikiran Kyai Pekih sebagai atasannya serta Kanjeng Adipati sebagai pimpinan Kadipaten. Dan setiap perkataan beliau dalam strategi gerilya senantiasa benar dan sesuai dengan apa yang terjadi. Syahdan.... Dari hal tersebut Kyai Pekih memberikan sebutan atau Nama pada beliau dengan Nama Tasdiq yang bermakna orang yang benar ucapannya. Sejak saat itu beliau pun di panggil dengan Nama Kyai Tasdiq. Kyai Muhammad Umar Besari selalu takzim pada para pimpinan dan menyayangi rakyat kecil. Menolong yang lemah dan merakyat. Diantara murid beliau adalah Kyai Abu Syuruj dan Kyai Nasyrowi keduanya putra Syaikh Imam Rozi serta beberapa tokoh dan pejuang lain di masa itu. Keahlian ilmu persilatan yang beliau miliki diteruskan oleh beberapa Santri dan oleh Putra Beliau sendiri Kyai Hasan Umar. Dari ilmu silat yang dulu diajarkan oleh Kyai Muhammad Umar Besari telah berkembang dan menjadi banyak tumbuh nya perguruan silat yang ada di wilayah Banyumas dan Purwokerto khusus nya. Dari sekian banyak perguruan silat yang ada di Banyumas salah satunya adalah Perguruan Silat Asma' yang di pimpin dan Di kembangkan oleh Cucu beliau Kyai Achmad Arif bin Kyai Hasan Umar Bin Kyai Muhammad Umar Besari (Kyai Murma Besari /kyai Tasdiq) Ilmu silat Kyai Tasdiq adalah ilmu keprajuritan Mataram yang secara turun temurun adalah dari ilmu warisan Walisongo di Zaman Demak Bintoro. Kyai Murma Besari Adalah Ulama Dan Prajurit Sejati penerus perjuangan para pendahulu nya yang gigih mengajarkan Agama dan berani maju ke medan pertempuran demi tegaknya Agama dan Bangsa serta hilang nya kaum penjajah di bumi Nusantara. Kembangkan terus ilmu persilatan sebagai bentuk pengabdian mengisi ruang kemerdekaan. Ilmu silat adalah ilmu kanuragan sejati Bumi Nusantara dan kita wajib untuk mempertahankan dan kita harus bangga seni silat sudah diakui oleh Badan PBB (UNESCO) sebagai warisan Seni Budaya Nusantara. Ini hanya sedikit kisah riwayat tentang Seorang Ulama Pendekar yang pernah Berjuang melawan penjajah Kompeni Belanda di Abad 19M. Semoga bermanfaat sebagai informasi bagi para generasi muda persilatan Bumi Nusantara.


 Sumber : Gus Wahyudin

Senin, 17 November 2014

Abdillah Ngubedi ( Lilike)


Lahir di Purwokerto pada tanggal 31 bulan Desember tahun 1946, dari Pasangan Ky. Haji Muhaimin dan Ibu Robi'ah.
Abdullah Ngubedi
Lilike adl anak anak ke 8 (delapan) dari 18 bersaudara yaitu : 
  1.  Marfungah
  2. Achmad Chumedi
  3. Mukminah
  4. Suhadi
  5. Ali Masyhuri
  6. Murfingah
  7. Mu'Tuti
  8. Abdullah Ngubedi
  9. Sumadi
  10. Abdullah Sungudi
  11. Istiqlal 
  12. dst.
*red_keterangan dari Istri Beliau yang lupa-lupa ingat dan yang Beliau ingat nama-nama saudara dr Suaminya (Lilike).

Lilike mengenal Beladiri pencak Silat sejak Kecil kurang lebih umur 7 tahun dan belajar Kepada Kyai Achmad Arief atau Lebih dikenal dengan sapaan Ayaeh bersama dengan saudaranya yakni . Suhadi, Ali Masyhuri,dan  Sumadi. diantara putra Kyai Haji Muhaimin itu sendiri yang paling menonjol adl Suhadi dan Abdullah Ngubedi. Mereka mempunyai ke lebihan yang istimewa (Hikmah).

Beliau belajar Silat adal angkatan Pertama, tp *Lilike lebih senang belajar secaa pribadi (private) kepada Ayaeh yaitu pada pagi hari (sepertiga malam), dan dimata teman2 latihan beliau, dikenal gak pernah semangat berlatih. Tp setelah beliau menginjak usia remaja beliau sudah mulai di berikan amanah Oleh Ayahe untuk mengajarkan Silat kepada teman"nya, dr situlah mereka tau kalau Silat Beliau itu lebih dr teman"nya.

Walaupon awalnya sempet menjadikan kecemburuan sosial dikalangan mereka,disebabkan teman-temanya merasa belajar bersama. tapi setelah mendapat keterangan dr Guru mereka *Ayahe. akhirnya rasa kecemburuan sosial teman-temanya pun pupus.

Pada tahun 1974 beliau menikah dengan seorang gadis Kauman Lama bernama Siti Rokhimah dan dikarunia 3 (tiga) orang Putri yakni Jamilah Nurhayati, Fitri Isnaeni, umi Luthfiah. Kesibukan Beliau sehari-hari bekerja di Bus Damri.dr situlah beliau mulai merintis untuk meneruskan/menjalankan amanah dr Gurunya *Ayahe untuk mengembangkan Silat Asma' di lingkunganya dengan Moto "ndadekna runtah ben dadi roti" menjadikan Sampah Menjadi Roti.

Jika dipahami dan dicerna kiasan diatas sungguh mulia dan berat perjuangan beliau *Lilike. sebab beliau harus bisa menyesuaikan dan berusaha untuk bisa membawa teman-temannya (*Preman) di lingkungan pekerjaan (terminal Bus).

Karena Kegigihan beliau alhasil cukup melegakan beliau serta Guru (*Ayahe) dan teman-teman seperguruan beliau serta keluarganya (*Lilike). sekitar tahun 1977 Beliau membuka tempat latihan di kidiaman beliau sendiri atas ijin dr Gurunya (*Ayahe). yang mana padepokan beliau tetap menginduk (*Ranting) Ke KBPPS (Keluarga Besar Perguruan Pencak Silat) ASMA'.

PPS ASMA' Ranting Purwokerto Lor pun semakin bertambah semakin berkembang pesat, beliau juga dibantu rekan dan sahabatnya dalam mengembangkan Pencak Silat ASMA' di Purwokerto Lor. salah satunya adal alm. Slamet Kupluk,Slamet Tile, Wa Madi Porot, dkk. dalam melatih dan membina olah raga Silat. Dikarenakan orang yang belajar makin bertambah akhirnya tempat latihanpun dipindah ke Madrasah di Jalan Brigjen Katamso (Belakan rumah Lurah Purwokerto Lor *Moch.Dini).

Nama Beliaupun mulai terkenal, tp karena sifat dan karakter beliau tidak membuat beliau sombong dsb. malahan semakin takut kepada sang Pencipta. pda usia 49 tahun tepatnya Senin  tanggal 28 September 2014. 1 sampai 2 jam setelah beliau selesai sholat Dhuha mendapat panggilan Oleh Sang Maha Pencipta.

===Hari Berkabung===
Masya Alloh, Kepulangan *Lilike itupun sangat indah *khusnul khotimah. Setelah Lilike selesai sholat Dhuha meminta segelas kopi hitam dan minta dibuatkan sambal untuk sarapan sebelum berangkat kerja. "Bapak lungguhan ng ngarep nunggu sambel klangenane dadi. wis dadi tak undang ng inyong nek sambele wis dadi, tapi ra biasane Bapak meneng baen, ya inyong merek, pas inyong butul Bapak lagi lungguh madep ngulon,astone kiwene esih nyekel udud nu wis disumed. inyong ngertine ya nu keturon, inyong ya sempet ngomong "malahan turu, kye sambele wis koh". banjur q gugah (ngasi swara sing rosa ping bola-bali) malahan ra tangi-tangi pas inyong. Tanggane ya akhire pd merek merga krungu swarane inyong sing seru, banjur tangga teparo ngecek denneng lilike ra tangi-tangi. Sigit (ponakane) pas weruh Lilike nduweni feelling nek lilike wis seda, tp bojone ra percaya. akhire dayat (anak dr Wa Madi Porot) ngundang dokter go mastikna. Sedurunge dokter teka Segit,Sukirno (Bpake Sigit) mbopong maring kamar, ra suwe mas imam (putra Ayahe) teka maring ngonoh karena krungu lilike lg dadi omongan wis seda. kurang lewih setengah jam doktere teka, Doktere ya mastikna nek Lilike wis seda. _sumber : Istri Abdullah Ngubedi
الى حضرة خصوصا الى روح عبدالله عبيدى له الفاتحة 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين أمِينْ

.



*mohon maaf jika ada penulisan yang salah.
bersambung........................................

Senin, 29 September 2014

SIKSA MENINGGALKAN SHOLAT..!

Pernah berlaku di zaman Khalifah Bakar As-Sidiq terhadap seorang sahabat yang meninggal dunia. Setelah dimandi dan di kafankan, lalu diletakkan di satu sudut rumah untuk disholatkan. Semasa sholat hendak dimulakan, tiba-tiba mayat itu bergerak-gerak.

Tampillah seorang daripada mereka untuk menghuraikan ikatan kafan karena menyangka mayat itu masih hidup.

Tatkala kafan itu terbuka, alangkah terperanjatnya mereka karena mayat itu di lilit dan digigit oleh seekor ular.

Lalu mereka mengambil kayu untuk memukul ular tersebut.

Sekali lagi mereka terkejut karena ular itu mengucap dua kalimah syahadat serta berkata :

"Apakah sebabnya kamu hendak membunuhku?. Aku tidak bersalah dan tidak pula menyakiti kamu.

Aku hanya menjalankan perintah Allah menyiksa mayat ini sehingga Hari Akhirat".

Para hadirin bertanya : "Apakah yang menyebabkan mayat ini disiksa?"

Ular tersebut menjawab : "Mayat ini selama hidupnya telah melakukan tiga kesalahan yaitu,
Pertama : Ia mendengar azan tetapi tidak diindahkan malah tidak pula mengerjakan sholat.
Kedua : Ia tidak mengeluarkan zakat hartanya.
Ketiga : Ia tidak mau mendengar nasihat yang baik-baik dari para alim ulama'.
Itulah yang menyebabkannya disiksa sedemikian rupa."

Ya Allah..Kami Memohon pada Engkau , Ampunilah dosa-dosa kami ,terimalah amal ibadah kami, dan matikanlah kami dalam keadaan khusnul khotimah,

Aamiin ya Rabbal'alamiin.

 

_Restoe Bumi_